Menjamurnya bisnis online termasuk Online Travel Agent ( OTA), baik yang raksasa maupun juga yang berasal dari luar negeri, telah merenggut pangsa pasar para Travel Agent local/conventional di Indonesia, yang jumlahnya lebih dari 7000 perusahaan. Masuknya era online ini telah menggerus kehidupan travel agent conventional, yang belakangan ini hanya bertahan dari loyal customer dan corporate yang diberi fasilitas kredit saja. Pertanyaannya “ sampai kapan mereka bisa bertahan”.

Memang tidak mudah untuk merubah paradigma para pengusaha conventional ini, mereka lebih cenderung untuk menolak perubahan zaman yang begitu dasyat sedang terjadi, dari pada  menerima perubahan itu sendiri. ASTINDO tidak bisa tinggal diam membiarkan kebingungan para anggotanya menghadapi keadaan yang sangat dilematis dan dapat menghancurkan dirinya begitu saja, tanpa adanya upaya merubah nasib mereka yang terpuruk drastis.       

Desakan mencari solusi terhadap permasalahan nasib bisnis travel agent konvensional ini terus menguat, hingga ASTINDO mencoba berinteraksi dengan berbagai pihak yang menguasai system (IT) untuk business process Travel Agent, terakhir bertemu  dengan ADEI (Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia) yang dapat memberikan penjelasan lebih dapat diterima dan dapat dipertanggung jawabkan. Ketua Umum ADEI – sdr Bari Arijono memberikan pencerahan kepada para pengurus DPN ASTINDO, tentang perubahan “industrial ekonomi ke digital ekonomi”, yang selama ini belum dapat diterima 100 % oleh para pengusaha Travel Agent. 

Setelah melalui beberapa kali pertemuan antara kedua team asosiasi ASTINDO dan ADEI yang cukup alot, akhirnya melalui Rapat Paripuna ( Pleno lengkap) bersama para Ketua DPP (Dewan Pengurus Provinsi) ASTINDO dari seluruh Indonesia,  dapat menerima dan memahami paradigma bisnis yang harus segera disesuaikan dengan perubahan zaman ini.

Rapat Paripurna ASTINDO pada tanggal 25 Maret 2016 telah mengambil keputusan, diantaranya adalah :    

  1. Merubah mindset bisnis yang tidak terpaku pada work in services dan off line services lagi.   
  2. Meninggalkan pola bisnis konvensional dengan mentransformasi ke digital bisnis
  3. Menerapkan platform E-commerce

ADEI bertekad akan memabantu ASTINDO dengan memberikan Smart solution bagi anggotanya, dengan melakukan digitalisasi terhadap semua anggota nya di seluruh Indonesia, hingga back end. Sehingga anggota ASTINDO di daerah terpencil sekalipun tetap dapat menikmati fasiltas kecanggihan digital dari Online Travel Agent (OTA) dan dapat bersaing dengan OTA besar dan dari luar negeri sekalipun.

Saat ini team Pokja (kelompok kerja) yang terdiri dari Bidang IT dari DPN ASTINDO yang  dibantu oleh para DPP, sedang memproses penetapan kebijakan business model dan bisnis proses terhadap produk yang akan dijalankan.  Semoga proses digitalisasi anggota ASTINDO ini dapat berjalan lancar dan segera dapat diaplikasikan.

Pihak  ADEI yang diberi hak untuk mendatangkan pihak-pihak yang tertarik dan berkepentingan untuk berkunjung ke Silicon Valley, untuk mendapat melihat dan mendapat pembinaan langsung dari rumahnya seperti : Google, Facebook, Apple, Airbnb, Microsoft dsb. ADEI meminta agar pihak ASTINDO dapat mengemas kedalam paket-paket tour yang dapat di ikuti oleh public yang berminat untuk mengetahui lebih jauh tentang produsen dunia maya itu.

SF 01-05/2016