•    Oleh Subagiyo -  Astindo / May-2011

Sudah jamak bahwa mayoritas asosiasi di Indonesia, tidak terkeculi ASTINDO dikelola oleh para pengurus-nya yang sedikit punya waktu dan tenaga buat mengurus / mengelola roda asosiasi, karena kita semua juga maklum bahwa perusahaan kita masing-masing juga masih memerlukan fokus waktu dan pikiran kita.

Dengan alokasi waktu dan tenaga yang memang terbatas dari para pengurus, sudah barang tentu berbagai misi dan program asosiasi menjadi tidak bisa dijalankan secara efektif.
 
Dengan kondisi seperti kita sebutkan di atas dan segala pencapaian Astindo sejauh ini sudah sepantasnyalah kita meng-apresiasi kerja para pengurus yang telah mendedikasikan waktu, tenaga & pikiran, bahkan keuangan buat kepentingan asosiasi, juga dukungan para anggota selama ini.

Tantangan Astindo hari ini dan kedepan adalah
•    Bagaimana agar Astindo tetap eksis, kontributif bagi anggota dan menjadi mitra yang disegani baik secara Nasional maupun dalam hubungan antar bangsa (Internasional) ?
•    Kemandirian mencari sumber-sumber pendanaan organisasi ?

Keberhasilan Astindo menyelenggaran AITF (Astindo International Travel Fair), 1-3 April 2011, membuktikan bahwa Astindo ( baca: Travel industry & Anggota Astindo ) bisa menjadi VALUABLE PARTNER  strategis bagi AIRLINERS, Lembaga Keuangan / BANKING, insurance, telekomunikasi, GDS, Foreign tourism board, stakeholders kepariwisataan Nasional, dll ).

Salah satu petinggi Maskapai International SQ mengatakan bahwa AITF merupakan satu-satunya Travel Fair di Indonesia yang akan diikutinya, juga BCA sebagai sponsor Utama AITF 2011 melalui salah satu executive-nya dalam sambutan acara “THANX PARTY” 12 Mei 2011 yang baru lalu mengatakan bahwa BCA ingin menjadi partner Astindo untuk 5 (lima) tahun kedepan.

Bapak Herry Bakti, dirjen perhubungan udara Kementerian Perhubungan sangat mengapresiasi keberadaan Astindo & penyelenggaraan AITF ini, juga Kemenbudpar melalui Bapak Sapta Nirwandar (Dirjend Pemasaran) dalam suatu kesempatan terpisah turut mengapresiasi tinggi penyelenggaraan AITF 2011 yang dijalankan secara mandiri (murni swasta) tanpa meminta bantuan dari pemerintah.

Jawaban mendesak atas berbagai tantangan di atas adalah Pembenahan dan pengembangan Organisasi agar program-progam asosiasi bisa dijalankan dengan baik. Mengacu keberhasilan Asosiasi-asosiasi negara-negara lain,  mesti ada orang profesional untuk menjalankan roda organisasi tersebut, untuk itu sekarang adalah waktunya ASTINDO mempunyai seorang Executive Director yang tepat.
(May- 2011/sbo)