•    Oleh Subagiyo – Astindo / May-2011

Temuan terbaru di Eropa dari survey Eurobarometer 2011 terhadap perilaku & pola traveling masyarakat Eropa. Satu dari 7 (14%) melakukan booking tickets dan akomodasi melalui Travel agents. Sementara yang melakukan pem-booking-an terhadap paket tour atau all-inclusive holiday, 10% diantaranya melalui travel agents & 13% melalui internet. Di Indonesia memang belum ada survey yang bisa menjadi acuan bagi kita terhadap pola & perilaku traveling masyarkat Indonesia, yang ada baru data kira-kira & “perasaan”.  ***

Dari forum diskusi Astindo Jakarta. Ibu Yanni Nizar ketua Astindo ( Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan) DKI Jakarta beserta jajarannya ( Bp Maman, Bp Edu, Bp Yongki Iswandi, Bp Christ, Ibu Pauline, Ibu Yuli ) pernah berbicara dengan pihak maskapai untuk mendapatkan gambaran dan view langsung dari pihak maskapai. Menurut pengakuan dari pihak maskapai dalam distribusi penjualannya masih sangat bergantung dari Travel Agents, ada yang menyebut angka 70-80%, bahkan ada yang menyebutkan angka 90%.

Dari hasil kajian-kajian tersebut disimpulkan bahwa Astindo (baca: Travel Agents) harus bisa membangun pola-pola kemitraan dengan Pihak Maskapai atau dengan kata lain Maskapai bukan musuh tetapi adalah KAWAN bagi travel agents.

Dalam 2 (dua) bulan terakhir pengurus Astindo DKI Jakarta juga menyelenggarakan seminar bulanan secara GRATIS bagi para pemilik/management travel anggota Astindo DKI Jakarta.

Topik pertama dibawakan oleh Bapak Edward Nelson Jusuf dari FMC Travel Solution yang juga pengurus DPP Astindo DKI, beliau menyoroti masalah produktifitas staff bagian ticketing & bagaimana mengukur kinerja mereka untuk mendukung kinerja perusahaan.

Topik kedua dibawakan oleh Bapak Wisnu Budi Sulaeman, seorang dosen, lebih dari dua dekade menjadi praktisi di Industry Travel, kini pemilik dan CEO PT. Pundi Tata prima Convex, a Business Event Management Company. Dengan makalah berjudul “ A BREAKTHROUGH AGAINST CONSERVATIVE AIRTICKETING BUSINESS ” beliau menyoroti Situasi bisnis penjualan tiket penerbangan dewasa ini bagi travel agents, walaupun dari sisi demand sangat tinggi dan akan terus berkembang, namun di sisi lain juga dikatakan bahwa tantangan di era sekarang ini sudah sangat berubah dibanding 20 tahun yang lalu. Era sekarang ini ditandai dengan perkembangan & pemanfaatan IT yang begitu pesat dalam praktek pemasaran & penjualan, pola pelanggan yang sudah berubah, juga persaingan usaha yang begitu ketat.

Bagi Travel agents dewasa ini pilihannya cuma dua, yang pertama tidak mau berubah dalam cara-cara berbisnis tapi kemudian MATI, atau yang kedua merubah mindset cara berbisnis dengan berbagai konsekuensi tantangan.

Dewasa ini cara berjualan secara pasif / menunggu pelanggan datang  hanya akan membawa pelaku usaha menuju kematian. Pelaku usaha Travel sekarang ini juga dituntut mampu mengeksplorasi kemampuan diri untuk mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan pelanggan, dan kreatif membuka jalu-jalur penjualan melalui berbagai cara dan pemanfaatan IT, selanjutnya beliau secara panjang lebar berbagi tentang tips-tips menjalankan sebuah Event Business dan berbagai jenis events dewasa ini dari yang paling sederhana sampai skala besar. MICE yang dikenal dengan Meeting Incentive Conference & Exhibitions, kini mulai berkembang menjadi Meeting Incentive Conference & EVENTS.

Ibu Yanni Nizar berharap forum-forum semacam ini bermanfaat bagi anggota, sehingga bisa merubah mindset kita dalam menyikapi berbagai dinamika perubahan dalam usaha penjualan tiket penerbangan. Forum ini masih akan berlanjut di bulan-bulan mendatang dengan topik yang lebih hangat.

Seorang pakar Manajemen & Perilaku Organisasi, Robbins mengatakan, “ We live in age of discontinuity, kemudian seorang filsuf Heracletos, juga mengatakan,” Tidak ada yang tetap dalam hidup ini kecuali perubahan itu sendiri ”, Nabi Muhammad s.a.w juga menawarkan konsep “HIJRAH” sebagai upaya mencari kehidupan yang lebih baik. Tunggu apa lagi ? LET’S CHANGE !!!  (May- 2011/sbo)