Oleh : Sjachrul Firdaus - Astindo / July-2012

Bagi travel agent pemain Outbound dan Inbound, tentu paham betul bagaimana keunggulan para travel agent dan tour operator di Singapore. Mereka begitu professional , tidak hanya sebagai penjual, namun juga sangat mahir dalam mengemas product. Begitu pula untuk travel agent yang bermain di Air Ticketing, mereka sangat dinamis, bahkan tidak jarang menarik perhatian corporate dan businessman dari Jakarta memanfaatkan jasa mereka untuk pembelian tiket penerbangan beyond Singapore,sehingga sang businessman dan corporate Jakarta tersebut   cukup membeli ticket di Jakarta untuk penerbangan Jakarta-Singapore-Jakarta saja, selebihnya membeli ticket dari Singapore untuk tujuan penerbangan ke negara  lanjutannya.

Produktifitas yang tinggi para  travel agent dan tour perator Singapura ternyata dihasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang  memang telah dipersiapkan  dengan baik oleh industrinya.

Profesionalisme Asosiasi Menjadi Kunci Kesuksesan  
Kita hanya melihat hasil akhirnya, yaitu product dan out put –nya saja. Tetapi dibalik kesuksesan para travel agent dan tour operator di Singapore, ternyata adalah peran dari asosiasi travel agent-nya. National Association of Travel Agents Singapore ( NATAS), yang dikelola secara professional, yang bertujuan untuk memajukan industrinya itu, membuat program kerja yang sangat efektif. Mereka bukan sekedar  mengangkat  seorang  Chief Executive Officer ( CEO) sebagai tenaga professional yang dibayar oleh asosiasi, tetapi NATAS juga mempekerjakan para eksekutif lainnya di level “Direksi”. Tentunya para eksekutif yang dipilih tidak sembarangan.  Mereka adalah orang-orang yang berkualitas dan memahami bisnis industrinya. Sementara peran para pengurus asosiasi yang berasal dari para pengusaha travel agent, lebih kepada fungsi control dan pembuat kebijakan, khususnya dalam hubungan  antar lembaga.

National Carrier Sangat Mendukung
Menyadari pentingnya peran asosiasi bagi industry, keberadaan NATAS juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bukan saja dari para anggotanya yang travel agent, namun juga dari sub industry pariwisata lainnya, termasuk diantaranya dari Perhotelan; airlines  dan Tourism board. Namun hal yang juga paling berpengaruh adalah dukungan national carrier-nya Singapore Airlines, yang sangat memberikan support berupa fasilitas dan kesempatan kepada NATAS, untuk sama-sama memajukan kepentingan industrinya.  Sehingga semua informasi yang paling up to date di industry, langsung diterima oleh NATAS sedini mungkin. Termasuk juga diantaranya adalah rencana kebijakan praktek bisnis yang akan diterapkan diindustri penerbangan secara internasional.  

Asosiasi Menjadi Andalan Pemerintah
Memahami bahwa industry adalah garis terdepan tempat aktifitas para pelaku bisnis, maka semua informasi bisnis yang paling up to date adanya di industry. Dengan kepercayaan yang telah dibangun oleh NATAS, telah membuatnya berhasil menghimpun  semua informasi diasosiasinya. Maka tidak heran apabila NATAS menjadi lembaga yang paling banyak mengetahui, apa yang akan terjadi dalam praktek bisnis pada tourism industry di Singapore dan dikawasan ASEAN.  Karena informasi dari semua lini, termasuk sub sector industry pendukungnya pun juga masuk.  Kondisi seperti ini telah menjadikan NATAS sebagai lembaga social yang menjadi andalan pemerintah Singapore, dan bukan hanya itu saja.

Lembaga Pendidikan Kompetensi Didirikan Oleh Asosiasinya
Sebagai asosiasi industry yang telah menjadi andalan, NATAS mendirikan lembaga pendidikan berbasis kompetensi, yaitu Tourism Management Institute of Singapore ( TMIS) yang bertugas mencetak tenaga-tenaga kompeten dibidang pariwisata, sesuai dengan tingkatan dan sub bidang industrinya. TMIS yang juga dipimpin oleh CEO nya NATAS yaitu Robert Khoo, bukan hanya menyediakan pelatihan untuk travel agent saja, akan tetapi juga pelatihan hospitality yang juga dimanfaatkan oleh sector perhotelan, airlines dan lainnya. Para instructor TMIS berasal dari industry, yang mendapat license dan training khusus dari pemerintah. Sehingga misi pemerintah untuk meningkatkan produktifitas bangsanya, dapat berjalan dengan baik.  Dalam hal materi pelatihan, TMIS sangat up to date. Mereka bukan hanya hanya mengajarkan materi yang diterapkan di industry saat ini, namun juga mengajarkan materi baru “yang akan” dan belum diterapkan diindustry, dan bukan sebaliknya.

Calon SDM Wajib Mengikuti Training Yang Dibuat oleh Asosiasi
Salah satu kebijakan pemerintah Singapore adalah, mengharuskan setiap calon Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan bekerja pada Travel Agent, diwajibkan mengikuti pelatihan khusus untuk travel agent atau training yang berbasis kompetensi, yang diadakan oleh NATAS,  selama 2 (dua ) bulan. Setiap calon SDM yang mengikuti pelatihan,  tetap mendapat gaji dari perusahaan yang akan mempekerjakannya selama mengikuti pelatihan tersebut. Pemerintah Singapore memberikan subsidi 90 % bagi warga Negara Singapore yang mengikuti pelatihan/ training yang diadakan oleh NATAS/TMIS. Karena rupanya banyak warga Negara lain yang juga mengikuti pelatihan yang diadakan oleh TMIS. (SF 01-07/web/2012)