Oleh : Subagiyo - Astindo / Oct-2012
( Dikutip dari viva news, Minggu, 7 Oktober 2012 )

VIVAnews -Krisis ekonomi dunia seolah membuka mata seluruh pemodal dunia mengenai potensi bisnis menguntungkan yang dimiliki negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Salah satu yang tengah berkembang dan menjadi perhatian pelaku bisnis adalah pertumbuhan bisnis online travel.

Dikutip dari laman hotelmarketing, Senin, 24 September 2012, pertumbuhan bisnis onlinetravel di kawasan Asia Pasifik telah semakin berkembang. Bahkan, perkembangannya tak bisa dikatakan sebagai bisnis yang baru tumbuh. 

Pada 2010, bisnis onlinetravel di kawasan ini telah tumbuh 20 persen. Pertumbuhan dua digit tersebut diyakini akan kembali terjadi pada 2012.

Pasar pemesanan lewat online travel di Asia Pasifik diperkirakan mencapai US$51,6 miliar selama 2011. Nilai tersebut diprediksi naik 30-40 persen per tahun pada periode-periode berikutnya.

Data tersebut diperoleh dari PhocusWright dan Expedia yang selama ini meneliti pasar online traveldi Australia, China, Jepang, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Para pemain di bisnis online travel seperti dikutip laman eturbonews mengatakan, pertumbuhan signifikan dari pasar Asia Pasifik itu berbanding terbalik dengan Amerika Serikat yang sebetulnya telah maju. Di negara Paman Sam ini, bisnis online travelhanya tumbuh 5 persen per tahun.

Comscore, seperti dikutip laman tnooz juga mencatat, situs travel di kawasan Asia Pasifik tumbuh luar biasa dibandingkan jumlah penggunaan internet.

Pada 2010, total pengguna internet di kawasan Asia Tenggara naik 7 persen menjadi 511 juta orang dari 477 juta orang pada 2009. Namun, jumlah pengunjung situs travelmelonjak lebih besar yaitu 19 persen dari 108 juta menjadi 129 juta orang.

Kontribusi terbesar pertumbuhan tingkat kunjungan ke situs travelini berasal dari agen online travelatau OTA di kawasan Asia Pasifik dengan kenaikan 30 persen menjadi 52 juta orang.

Dalam risetnya, PhoCusWright menilai, berkembangnya bisnis online traveldi negara berkembang setidaknya karena lima faktor. Tiga faktor utama yang mendorong hal itu adalah mesin ekonomi makin berkembang, peluang bisnis online travelyang makin terbuka, serta pertumbuhan maskapai penerbangan berbiaya murah.

Pertumbuhan bisnisonline traveljuga makin pesat setelah akses internet di kawasan Asia Pasifik yang makin berkembang.

Saat ini, bisnis online traveldi kawasan Asia Pasifik sudah berkembang di negara seperti Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Sayangnya, di ketiga negara tersebut, kini tengah mengalami penurunan keuntungan.

Pasar online travel kini justru tengah berkembang di negara kekuatan ekonomi baru seperti India dan China. Di Indonesia, kini juga banyak bermunculan bisnis serupa, satu di antaranya GONLA.com (art)