Oleh : Sjachrul Firdaus – Direktur Eksekutif ASTINDO

Sosialisasi Program Kerja ASTINDO kepada lembaga pendidikan, menjadi jembatan prospek pemenuh kebutuhan materi “Ticketing” di SMK Pariwisata, yang selama ini tertinggal jauh.  

Dengan berdirinya ASTINDO Training Center (ATC) dibawah Dewan Pengurus Nasional (DPN)  ASTINDO, dampaknya sudah mulai dirasakan oleh para anggotanya, terutama Travel Agent yang relative masih baru, atau juga yang Sumber Daya Manusia (SDM) nya masih perlu ditingkatkan kompetensinya. Tidak hanya sampai disitu saja, ternyata lembaga pendidikanpun sudah merasakan perlunya untuk dapat menikmati keberadaan ATC.

Selama ini lembaga pendidikan kejuruan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata (SMK.Par )  yang mengajarkan pelajaran “Ticketing”, agak kesulitan mendapat materi pembelajaran ticketing yang up to date. Mereka hanya mengandalkan kepada pengajarnya yang berasal dari industri saja. Kesulitan ini terbaca oleh ASTINDO, terlihat dengan lemahnya penguasaan Ticketing oleh lulusan SMK Par ini, sehingga banyak travel agent yang tidak bisa merekrut calon tenaga kerjanya yang berasal dari SMK Pariwisata.  

Pada kesempatan mensosialisasikan program kerja ASTINDO kepada lembaga pendidikan kejuruan yang mengajarkan “Ticketing”, mendapat sambutan sangat positif dari para pesertanya. Pasalnya ASTINDO hanya menghimbau kepada para guru dan ketua jurusan Ticketing di SMK Par, untuk mengajarkan materi-materi vokasi yang up to date, sesuai dengan yang berlaku di industry, agar lulusannyapun dapat langsung bekerja di industri (Travel agent; Airlines). Akan tetapi yang muncul justru curhat (curahan hati) dari para guru yang mengeluhkan masih mengajarkan teori dengan alat bantu manual yang sudah tidak ditemukan lagi diindustri.

Para SMK Par harus bekerja keras mengajarkan dengan dua system, yaitu yang pertama mengajarkan teori yang tertinggal dengan Kurikulum dari DikNas (Pendidikan Nasional) agar siswanya dapat lulus. Yang kedua mengirimkan siswanya untuk mengikuti praktek kerja di industri agar dapat mengikuti perkembangan yang baru.  

Para SMK-Par peserta sosialisasi tertarik untuk menjadi Associate Member dari ASTINDO, agar bisa mendapatkan informasi tentang teori-teori yang up to date dari industry, yang dapat dijadikan acuan untuk materi ajar disekolahnya, agar siswanya dapat menguasai kompetensinya yang sekarang (current) dan dapat diterima bekerja diindustri.   

SF 001/11-2014