Oleh : Sjachrul Firdaus – Direktur Eksekutif


Setelah menghadapi permasalahan yang cukup hebat dihadapi oleh para Travel Agent penjual ticket penerbangan internasional ditahun 1997, akibat terjadinya devaluasi, yang mengakibatkan nilai Rupiah jatuh ketitik  terendah dalam sejarah. US Dollar yang pada waktu itu nilai tukarnya sama dengan Rp 2.500,- melonjak hingga mencapai angka Rp 16.500,-. Para travel agent yang mempunyai kewajiban bayar kepada airlines dalam tagihan USD, akhirnya harus menutupi kerugian tersebut akibat nilai tukar yang melonjak drastis, bahkan sampai ada yang terpaksa harus gulung tikar menutup usahanya.

Pada saat devaluasi, para Travel Agent sulit bernegosiasi dengan masing-masing Airlines. Jalan satu-satunya adalah minta bantuan pemerintah yang membidangi industry angkutan Udara, yaitu Departemen Perhubungan cq Dit Jen Perhubungan Udara. Ketika dimintai bantuan oleh para Travel Agent, instansi pemerintah tersebut menghadapi kesulitan, karena Travel Agent tidak memiliki asosiasi dibawah binaan Departemen  Perhubungan. Akhirnya pada tanggal 10 November 1999, sebanyak 25 pengusaha Travel Agent termasuk diantaranya adalah Meity Robot yang waktu itu sedang menjabat sebagai Ketua Umum ASITA, mendeklarasikan pendirian asosiasi yang bernaung dibawah Depertamen Perhubungan yang sekarang disebut dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Asosiasi tersebut diberi nama Asosiasi Perusahaan Penjual Ticket Penerbangan Indonesia dengan singkatan ASTINDO.

Kiprah ASTINDO diawal berdirinya, memang sangat mengadapi banyak kendala. Maklumlah disamping kurangnya dana yang menopang biaya operasionalnya, juga resistensi dari para pelaku industri yang belum memahami pentingnya didirikan Asosiasi dibawah Departemen Perhubungan itu.

Dalam kurun waktu 10 tahun, ASTINDO hidup dari para donatur yang dengan sukarela dan sangat peduli, karena memahami pentingnya keberadaan asosiasi tersebut. Alhamdulillah sejak tahun 2011 ASTINDO mulai menggeliat dan terangkat namanya, karena menyelenggarakan ASTINDO Fair yang hingga sekarang dilaksanakan setiap tahun di Jakarta, bahkan mulai tahun 2014 ini sudah mulai dilaksanakan di Surabaya, dan mulai tahun 2015 akan menyelenggarakan lebih dari 1 X setahun di Jakarta.

Peringatan ulang tahun ASTINDO ke 15 diperingati cukup sederhana dengan acara memotong tumpeng, yang dilaksanakan setelah Rapat Pleno Dewan Pengurus Nasional ke 21 periode 2012 – 2016 di kantor Dewan Pengurus Nasional (DPN) ASTINDO, yang terletak di Pusat Bisnis Thamrin City lantai 7.