Tanggal 09 February 2015 yang lalu adalah tepat 20 tahun dimulainya penerapan “no commission” bagi travel agent yang diperkenalkan oleh para Airlines di USA, yang memprediksi ramalan  yang salah tentang kematian travel agent. Ternyata 20 tahun kemudian industry travel agent tercipta kembali dan menjadi lebih hebat dari sebelumnya, demikian kata Barry Liben – CEO dari Travel Leaders Group/Tzell Travel Group. Pimpinan  dari travel agent konvensional terbesar di Amerika Utara itu menjelaskan bahwa industrinya menjadi lebih dinamis, berkembang pesat dan kuat, bukan karena terlanjur menggeluti hobby lamanya, namun karena berorientasi kepada kegigihan untuk menghidupi bisnisnya yang menghadapi tantangan dari pemenggalan komisi serta munculnya internet. Momentum ini justru dijadikan suatu kesempatan untuk menata strategi baru yang lebih focus kepada bisnisnya, yang akhirnya membawa travel agent ke era melanium.

Ketika komisi travel agent dihapus 20 tahun lalu, banyak yang panic. “ Tetapi saya melihatnya sebagai kesempatan baik dan industry kita harus merubah cara bisnisnya ” demikian kata Liben. Beliau juga menjelaskan dengan gamblang, bahwa hanya ada satu tugas kita, yaitu menjual perjalanan, dengan memiliki SDM yang dapat focus mempertahankan masing-masing kliennya terhadap kebutuhan pelayanan individualnya. Kita tinggal memberikan fasiltas yang mendukung pekerjaanya hingga klien merasa puas.

Liben mengakui bahwa pengamat industry dan juga analisa dari luar industry telah melakukan kesalahan yang membuat persepsi dan secara serius telah mendiskreditkan pola bisnis travel agent, hingga menyimpulkan perkiraan bahwa industry travel agent akan berakhir.

“Para penentang selalu menganggap salah tentang industry travel agent yang selalu mengira bahwa akan terjadi keruntuhan dimasa datang, karena diakibatkan oleh adanya fasilitas dari Kartu Kredit, Computer Reservation System (CRS) dari airlines, munculnya internet atau penghapusan agent commission” kata Liben.  Bagaimanapun ceritanya dan apapun rintangannya yang mereka belum kuasai adalah perjalanan yang ditentukan oleh isi kantongnya. Selain pertumbuhan jumlah traveler termasuk traveler yang berasal dari strata social atas abad ini meningkat, menyebabkan pengguna jasa travel agent juga meningkat beberapa tahun belakangan ini.

Bahkan kontradiktif yang terjadi adalah dalam kurun waktu satu tahun terakhir, secara signifikan lebih banyak generasi melanium yang menggunakan jasa travel agent konvensional dari pada para generasi sebelumnya, dengan rata-rata perjalanan dilakukan 3 kali. 

Diantara para traveler yang menggunakan jasa travel agent konvensional pada 12 bulan terakhir ini, sangat jelas terlihat bahwa para generasi mudanya lebih dipengaruhi oleh professionalisme mereka.  Ada banyak alasan mengapa lebih banyak pelanggan yang menggunakan travel agent. Mereka sangat menikati informasi tentang destinasi yang disampaikan dengan sentuhan pribadi, mulai dari sebelum, selama diperjalanan dan setelah selesai perjalanan. Kami juga dapat menyajikan susunan fasilitas lebih dan pelayanan yang tidak bisa didapatkan oleh klien kami apabila mereka melakukan pengaturan perjalanannya sendiri, sehingga klien kami merasa perjalanannya lebih baik dan nyaman, tegas Liben.  

 

(Sumber berita eTN-Global Travel Industry News)