Nota Kesepahaman atau MOU antara Bank Indonesia dengan ASTINDO dan PHRI Nomor 16/55/DPU  tentang Kerja Sama Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Penggunaan Rupiah Dalam Setiap Transaksi Di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah ditanda tangani pada tanggal 14 November 2014. Di awal April ini Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No 17/3/PBI/2015, yang isinya adalah penekananan penggunaan mata uang Rupiah pada transaksi international termasuk penjualan tiket international oleh travel agent, dengan menyebutkan adanya sangsi pidana bagi yang melanggarnya.

Transaksi US Dollar dengan menggunakan bank note atau tunai, sudah tidak boleh dilakukan lagi. Akan tetapi transaski dengan US Dollar atau mata uang asing masih bisa dilakukan melalui bank hingga bulan July 2015. Selebihnya sudah tidak ada lagi transaksi dengan dengan mata Uang Asing atau pun US Dollar untuk transaksi International yang dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lalu bagaimana dengan transaksi penjualan Tiket International oleh Travel Agent yang harganya masih dalam US Dollar, dan tagihannya juga dalam US Dollar.       

Pada Peraturan Bank Indonesia No : 17/3/PBI/2015, memang masih terdapat pernyataan yang agak abu-abu bagi ticket international, yang menyebutkan adanya pengecualian penggunaan Rupiah atas Transaksi Perdagangan International dalam bidang jasa yang melampaui batas wilayah NKRI. Apakah penjualan Ticket International ataupun Tour ke Luar Negeri ini termasuk pada pengecualian tersebut, sehingga masih dapat menggunakan mata uang asing. Hingga saat ini, belum ada indikasi menerapkan harga maupun tagihan dalam Rupiah untuk penjualan Ticket International, yang masih dilakkukan oleh hampir semua maskapai penerbangan International termasuk Garuda Indonesia sendiri.

Dengan dikeluarkannya peraturan Bank Indonesia tersebut, banyak korporasi yang sudah tidak mau membayar dengan mata uang asing lagi. Sementara para travel agent sendiri masih harus membayar Billing Settlement Plan (BSP) dari IATA dalam nilai US Dollar. Bagi yang sering bepergian keluar negeri, sudah pasti mengetahui harus menyiapkan mata uang local untuk transasksi dinegara tujuannya, termasuk untuk membeli ticket keluar dari Negara tersebut. Bagaimana nasib mata uang Rupiah dinegaranya sendiri, yang belum dihargai oleh pihak asing dan bangsanya sendiri.  

SF 001/4-2015