Salah satu Program Kerja ASTINDO adalah membina Sumber Daya Manusia (SDM) anggotanya di seluruh Indonesia, dengan memberikan Pelatihan (Training) sesuai kebutuhan di masing-masing daerahnya, yang dikemas oleh ASTINDO Training Center (ATC). Penyelenggaraan training di daerah-daerah mendapat subsidi dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) ASTINDO, sehingga masing-masing Dewan Pengurus Provinsi (DPP) juga tidak terlalu terbebani dalam hal pembiayaannya. Baik modul maupun trainer-nya didatangkan dari Jakarta, sehingga penyelenggaraan training tersebut hanya bisa dilaksanakan beberapa hari saja.  

Pada bulan Juli 2016 yang lalu, DPP ASTINDO Maluku baru saja memanfaatkan program kerja ASTINDO tersebut dengan penyelenggaraan training Tour Planning.  Penetapan training Tour Planning oleh DPP ASTINDO Maluku tersebut disesuaikan dengan kebutuhan para anggotanya yang ingin mengembangkan produk Tour, yang dilihat lebih mempunyai potensi prospek pada bisnis travel agent di Ambon.  

Produk training tour yang diminta, bukan hanya training untuk Outbound Tour saja yang menjadi ranah ASTINDO, namun juga untuk Domestic dan Inbound Tour. Untuk itu ASTINDO bekerja sama dengan Institut Kajian Pengembangan Pariwisata Indonesia (IKAPPI) untuk dapat menyajikan modul training Inbound & Domestic Tour.     

Training Tour Planning  untuk Domestic & Inbound yang diselenggarakan pada tanggal 19 – 21 July 2016 di kota Ambon itu, diikuti oleh 22 orang peserta perwakilan dari masing-masing Travel Agent anggota ASTINDO Maluku. Sedangkan training Tour Planning untuk Outbound yang diselenggarakan pada tanggal 22 – 23 July 2016, diikuti oleh 18 orang peserta.

Dari penyelenggaraan training Tour Planing oleh ASTINDO di Ambon ini, diharapkan dapat mendinamiskan bisnis Travel Agent di Maluku yang juga mendukung program pemerintah dalam menarik wisatawan manca Negara (wisman) yang ditargetkan mencapai 12 juta tourist di tahun 2016 dapat berkunjung ke Indonesia.  

Efektifitas pelaksanaan training Tour maupun Ticketing di daerah, yang hanya dapat dilakukan dalam beberapa hari itu, sering terkendala dengan kondisi peserta dan fasilitas training, seperti :

·          Fasilitas jaringan internet yang kurang memadai, sehingga tidak dapat menghasilkan output yang optimal.

·          Banyak peserta yang tidak dapat secara total mengalokasikan waktunya untuk mengikuti training secara serius, karena masih harus sambil mengerjakan pekerjaannya di kantor.

·          Penguasaan Bahasa Inggris yang masih rendah, sehingga sulit dalam mengartikan istilah-istilah dalam bahasa Inggris yang belum ditemukan kata gantinya yang tepat.

Semoga program subsidi training untuk anggota ASTINDO di daerah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para Travel Agent didaerah. 

 

SF 056-vii-2016