oleh : Sjachrul Firdaus - Direktur Eksekutif ASTINDO

One BSP Calendar yang sebelumnya telah ditetapkan akan diberlakukan mulai 01 January 2017, akhirnya pengundurannya disetujui oleh pihak Airlines dan IATA menjadi 1 July 2017. Hal ini diupayakan oleh ASTINDO dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada para Travel Agent untuk melakukan sosialisasi kepada pelanggan korporasi (corporate client) nya, agar penerapan kontrak barunya sudah menyesuaikan periode pembayaran tersebut. Ternyata penerapan kepada korporasi tidak semudah yang dibayangkan, dimana para corporate client termasuk OJK sendiri yang membuat aturan main bagi Lembaga Non Keuangan ini masih saja tetap menuntut fasilitas kredit yang cukup panjang dari Travel Agent. 

Net Remittance on Credit Card (NRCC) yang juga telah diperjuangkan sejak 3 (tiga) tahun lalu oleh team dari ASTINDO yang terdiri Elly Hutabarat – Ketua Umum, Pauline Suharno – Sekretaris Umum dan Anthony Akili – Ketua Bidang Pengembangan Usaha, yang diharapkan dapat menjadi pengganti fasilitas pendanaan bagi Travel Agent masih juga belum membuahkan hasil. Upaya untuk meringankan beban keuangan anggotanya melalui NRCC, yaitu corporate client dapat membayar tiket menggunakan kartu kredit, dan MDR nett tiket ditanggung oleh airlines. Agent hanya akan mendapatkan service fee dari client. NRCC selain mengurangi kesulitan cash flow travel agent, juga berdampak terhadap penurunan Bank Guarantee (BG).

Rencananya NRCC sudah dapat diterapkan pada tanggal 01 July 2017 berbarengan dengan penerapan One BSP Calender. Harapannya  semua rencana dapat berjalan dengan baik dan pelanggan korporasi pun masih dapat menikmati fasilitas periode pembayaran yang hampir sama dengan yang terdahulu. Referensinya adalah karena program NRCC ini sudah dapat berjalan di luar negeri termasuk di negara tetangga kita yaitu di Singapore dan Malaysia sejak 2 (dua) tahun lalu, seharusnya di Indonesia juga bisa kata Rudiana – Wakil Ketua Umum ASTINDO.   

Kendala yang masih mengganjal belum bisa diaplikasikannya NRCC hanya masalah kebijakan saja, karena secara system, NRCC sudah dapat dilakukan, dan bahkan sudah diuji cobakan sejak tahun 2016. Sebagai bridging pengganti NRCC, pihak Garuda Indonesia yang bekerja sama dengan BNI 46 menawarkan suatu program yang diberi nama Corporate Online System (COS) kepada IATA Agent, yaitu suatu system yang memfasilitasi setiap ticket issuance oleh agent-nya akan masuk dalam monthly billing layaknya seperti Credit Card. Menurut Bagus Priatna - Ketua Bidang Organisasi ASTINDO, bahwa COS selama ini memang sudah diterapkan oleh Garuda kepada appointed Corporate client-nya, secara tidak langsung kebijakan ini membuat status keagenan Travel Agent hampir sama dengan corporate client-nya Garuda yang juga adalah pangsa pasar dari Travel Agent.

 

SF 007/7-2017