•    Oleh Subagiyo - Astindo / Nov-2011

Upaya terus-menerus dari jajaran pengurus Astindo untuk mencari skema alternatif demi keamanan deposit agen berujung dengan respond simpatik dari Sriwijaya Air yang kemudian menggandeng kerjasama dengan BNI 46 dan Asuransi Raya, dan menelorkan apa yang disebut sebagai Traveling Card.

Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) telah dilakukan pada tanggal 16 November 2011 di Wisma BNI 46 antara Sriwijaya, BNI 46, Asuransi Raya, ASTINDO & Asita Dki. Penandatanganan MOU tersebut sebagai komitmen dimulainya skema baru “ Keamanan Deposit” bagi travel agent yang diterapkan oleh Sriwijaya Air.   
 
Traveling Card hanya ditujukan kepada travel agent yang  sudah menjadi appointed agent Sriwijaya, utamanya adalah anggota Astindo seluruh Indonesia & Anggota Asita Jakarta.  Dengan Traveling Card,  para travel agent dapat menggunakan dana talangan dari BNI  46 untuk Top Up dengan Merchant fee sebesar 1.5 %, termasuk premi asuransinya sebesar 0.17 %, untuk meng-cover nilai top up tersebut. Sehingga apabila terjadi sesuatu dengan Sriwijaya, maka nilai uang yang berada di Sriwijaya, baik sebagai deposit (top up) maupun berupa ticket yang sudah di issued dan belum diterbangkan (refund) akan di protect oleh asuransi Raya.  

Skema ini hanya berlaku terhadap pembayaran Top Up pada Sriwijaya yang  (sementara waktu ini ) hanya melalui BNI 46 saja, jadi para travel agent  tentu harus membuka rekening di BNI 46 juga. Disamping semua dana deposit di Sriwijaya di protect oleh asuransi, travel agentpun dapat dengan mudah menggunakan modal kerja tambahan dari BNI 46, tanpa harus melakukan pengajuan kredit nya. namun demikian Astindo akan terus mendorong agar deposit ber-asuransi ini tidak hanya berlaku untuk deposit yang melalui BNI 46 saja, namun juga yang melalui bank lain atau dengan cara pembayaran lain, misalnya cash, hal ini juga direspond positive oleh Sdr Hasudungan Pandiangan, Vice Commercial Director  Sriwijaya.  ****