oleh Sjachrul Firdaus – Astindo / May-2012

Akhirnya keberadaan ASTINDO mulai diperhitungkan oleh International Air Transport Association (IATA), terhitung mulai 14 February 2012, IATA Indonesia secara resmi memberikan alokasi 2 (dua) kursinya bagi perwakilan dari ASTINDO untuk duduk dalam Agency Programme Joint Council ( APJC) yang sebelumnya dikenal dengan Executive Council (EC) sebuah forum strategic  untuk merumuskan berbagai kebijakan IATA .  Selama ini IATA Indonesia hanya mengakui keberadaan ASITA sebagai satu-satunya Asosiasi Travel Agent di Indonesia yang diterima, yang diberikan tempat untuk perwakilannya  duduk dalam team Agency Programme Joint Council ( APJC).

Dewan Pengurus Nasional (DPN)  ASTINDO menetapkan wakil yang duduk dalam team APJC adalah Elly Hutabarat  yang notabene juga sebagai Ketua Umum ASTINDO, didampingi oleh Anto Haditono yang juga sebagai Sekretaris Jendral ASTINDO.  Sementara  sebagai alternate member APJC diberikan kepada Rudiana yang juga sebagai Wakil Ketua Umum ASTINDO , dalam hal ini berperan sebagai alternate anggota team APJC mewakili ASTINDO dan ASITA. 

Ticketing adalah Ranahnya ASTINDO
ASTINDO yang didirikan oleh para pengusaha dan pelaku bisinis travel agent, 12 (dua belas) tahun lalu ini, bertujuan untuk melindungi anggotanya, yang dominasi bisnisnya adalah menjual ticket penerbangan (ticketing).  Sebelum ASTINDO berdiri, apabila travel agent menghadapi permasalahan tata niaga dengan industry penerbangan, yang berperan sebagai mitra bisnisnya. Tidak ada instansi Pemerintah yang dapat berperan untuk menyelesaikan permasalahannya.  Karena ASITA berada dibawah Kementrian Pariwisata. Sedangkan industry penerbangan berada dibawah Kementrian Perhubungan. Dengan didirikannya ASTINDO yang menangani bidang ticketing ini, maka baik kita sebagai travel agent yang sudah menjadi anggotanya, maupun airlines sebagai bagian dari industry penerbangan, sama- sama bernaung dibawah Direktorat Jendral Perhubungan Udara - Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Begitupula dengan IATA, yang juga adalah sebagai asosiasi internasional yang menangani Transportasi Udara.  Sehingga antara industry penerbangan, IATA dan ASTINDO memiliki hubungan langsung, karena obyeknya adalah sama-sama transportasi udara.

ASITA Sebagai Asosiasi Travel Agent Pertama
Keberadaan ASITA yang telah menjembatani ticketing agent, sebagai asosiasi travel agent  tertua dan pertama yang mewakili travel agent, memang perlu dihargai. Karena telah berhasil menempatkan wakil dari travel agent untuk duduk di IATA, tepatnya pada Agency Programme Joint Council (APJC).  Tetapi dunia telah berubah dengan cepat, pengkrucutan terjadi dimana-mana, asosiasi baru bermunculan dimana-mana mewakili bidang atau sub  industry-nya. Namun berbeda dengan berdirinya ASTINDO. Asosiasi ini didirikan bukan sebagai tandingan ASITA, dan juga bukan pecahan dari kepengurusan yang sakit hati.  ASTINDO didirikan secara sadar karena kebutuhan industry semata. Dimana pada waktu didirikan, para pendirinya juga adalah para pengurus ASITA.

Pada dasarnya Travel Agent di Indonesia itu, dominiasi bisnisnya adalah ticketing. Namun perizinannya dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata. Sedangkan object bisnisnya berada dibawah Kementerian Perhubungan. Sehingga tidak berpayung pada kementrian yang sama. Tidak aneh kalau terjadi permasalahan didalam industry-nya, sulit dipecahkan, dan travel agent lah yang selalu menjadi korbannya, karena berada pada posisi yang lemah.

ASTINDO didudukan di IATA
APJC yang dahulunya dikenal dengan sebutan Executive Council (EC), sudah sejak lama dibentuk, yang merupakan suatu badan pertimbangan yang didirikan untuk menetapkan kebijakan tata niaga antara airlines dan travel agent, yang ditempatkan di IATA Indonesia. EC atau APJC beranggotakan perwakilan dari Airlines dan Travel Agent. Dimana  7 (tujuh ) kursi diantaranya adalah diperuntukan wakil dari travel agent. Pada awalnya sempat terjadi tarik ulur dan tawar menawar antara IATA, ASITA dan ASTINDO. Karena kursi-kursi yang tersedia untuk travel agent  itu, sudah lama diduduki oleh wakil dari ASITA.  Namun saja dengan adanya ASTINDO, tentunya baik para airlines maupun IATA yang dipimpin oleh Philippe Truchet , menganggap bahwa ASTINDO berhak untuk duduk mewakili travel agent. Karena di forum ini yang akan dibahas, sudah pasti urusan ticketing yang menjadi ranahnya ASTINDO, bukan urusan tour ataupun obyek wisata. ( SF 03-05/ast/2012 )