Kehadiran para Online Travel Agent (OTA) raksasa, sangat berdampak kepada penurunan penjualan Travel Agent Konvensional, bahkan hingga mengakibatkan ada yang harus gulung tikar. Kondisi ini memang sangat ironis dengan kemajuan technology, karena para pelanggannya banyak yang beralih kepada OTA raksasa yang sangat memberi kemudahan dan kebebasan memilih harga termurah.

Kebingungan Travel Agent Konvensional untuk beralih ke Digital Agent menjadi permasalahan tersendiri. Keterbatasan modal kerja menjadi kendala utama untuk membangun suatu Digital system, disamping biayanya sangat mahal, juga banyak diantara yang telah mencoba membangun sendiri hingga menguras modal kerjanya, namun tidak kunjung selesai juga, akhirnya memilih alternatif menjadi Sub Agent dari OTA.

Ironis lainnya adalah, sementara Travel Agent Konvensional terpuruk namun Individual/Personal Agent justru menjamur hingga Ratusan Ribu jumlahnya. Kondisi ini karena adanya fasilitas dari IT Company yang menjadikan produk Travel Agent sebagai komoditasnya, yang di asumsikan sebagai OTA. Sehingga para Individual/Personal Agent dengan biaya yang sangat murah dapat berperan sebagai Travel Agent. Perubahan paradigma bisnis seperti ini justru sebenarnya dapat dijadikan potensi oleh Travel Agent Konvensional untuk segera memanfaatkan momentum ini. Tidak perlu terpaku lagi harus menjual sendiri Ticket dan Tournya sebagai komoditas atau produk yang ditawarkan, namun dapat memanfaatkan/network-nya menjadi distribution channel yang juga dapat menghasilkan profit, sehingga masih tetap berada diarena bisnis Travel Agent.

Kalau saja OTA yang notabene adalah IT Company itu dapat berkembang, seharusnya Travel Agent Konvensional juga dapat berkembang, karena lebih mengetahui aturan main dari bisnis Travel Agent ketimbang dari OTA yang bukan berasal dari Travel Agent. Caranya adalah dengan ikut juga menjual network berupa System/Digital yang dipilih.

ASTINDO sengaja menyiapkan ASTINDO Hub sebagai langkah digitalisasi agar para anggota selain dapat memiliki system dengan biaya yang sangat murah dan telah dibuktikan kelangsungannya, juga dapat berperan sebagai Wholesaler dengan produknya sendiri atau sebagai Reseller. Bagi yang tetap ingin bermain sebagai Sub Agent saja dengan resiko yang lebih ringan, namun ingin memiliki Individual/Personal Agent dibawahnya, tetap dapat dilakukan.

Quote Arif Yahya (Menteri Pariwisata RI) : Sekarang bukan lagi yang besar menggilas yang kecil, tetapi “ Yang Cepat menggilas yang lambat

 

SF vi/2018