Resiko pahit kehilangan deposit sebagai Agent Penjual Tiket penerbangan, sudah berulang-kali dirasakan setiap kali menghadapi kebangkrutan sebuah maskapai penerbangan. Tapi disisi lain usaha harus tetap berjalan, mengingat usaha ini sudah bertahun-tahun dijalankan, juga tanggung jawab sebagai pengusaha terhadap karyawan dan keluarganya.  

Dua kasus terakhir Adam Air dengan system deposit (blanko tiket) dan Mandala Air dengan system prepaid (top up) deposit tanpa perlindungan asuransi telah memaksa agent menelan pil pahit kehilangan milyaran depositnya, padahal kontribusi travel agent atas total penjualan airlines masih begitu dominan, menurut beberapa sumber dari pihak maskapai,  kontribusi agent terhadap total penjualan di kisaran 70-90%, luar biasa.

Menurut anda, model kerja sama seperti apa yang ideal ? agar “aman” buat Agent dan bermanfaat bagi Maskapai apabila terjadi kebangkrutan atau stop beroperasi.

Silakan tentukan pilihan anda,  dengan meng-klik salah satu jawaban anda, kemudian klik hasil :
 

Silakan tentukan pilihan anda, dengan meng-klik salah satu jawaban anda, kemudian klik hasil :

Model Top-Up dengan perlindungan asuransi, yaitu model top- up seperti yang dijalankan selama ini tetapi dengan perlindungan asuransi melalui kerjasama dengan pihak perusahaan asuransi
Join account (Escrow Account ), yaitu account yg bisa diakses bersama, dan terpotong secara otomatis setiap kali ada pencetakan tiket
Kartu kredit, yaitu agent menjadi merchant sehingga maskapai bisa langsung dibayar oleh bank melalui mekanisme kartu kredit
Standby loan, atau dana talangan oleh pihak bank kepada pihak agent, setiap kali terjadi transaksi agent dengan pihak maskapai
Billing System seperti yang dilakukan Garuda dengan IATA melalui BSP.
Program asuransi seperti Default Insurance Program (DIP)
Auto debet rekening agent , berdasarkan ticket issued.
Tetap dengan model prepaid deposit (top up) tanpa perlindungan asuransi seperti yang dijalankan selama ini
Lihat Hasil Polling