Sjachrul Firdaus - Direktur Eksekutif ASTINDO

Dunia Usaha Dunia Industry (DUDI) Pariwisata khususnya pada Usaha Jasa Perjalanan Pariwisata dan juga seperti halnya industry lainnya, berlari begitu cepat mengikuti perkembangan kemajuan zaman dan technology, sehingga Lembaga Pendidikan Vokasinya harus terseok-seok untuk mengejar ketinggalannya. Keadaan ini sudah berlangsung cukup lama, karena tidak heran kalau Lembaga Pendidikan vokasi sangat tergantung kepada teori terapan dari industrinya, sehingga Lembaga Pendidikan vokasi perlu waktu untuk menyesuaikan teori-teorinya terlebih dahulu untuk dapat dilanjutkan kepada para siswanya. Sementara begitu materi ajar terbaru siap untuk diajarkan, Dunia Usaha Dunia Industry (DUDI) sudah menerapkan Standar Kompetensinya yang lebih baru lagi.    

KemenDikBud yang menerapkan kebijakan Merdeka Belajar pada Perguruan Tinggi adalah merupakan suatu terobosan untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk mencari masukan dari bidang displin ilmu lainnya agar mahasiswa harus selalu dinamis. Program Link & Match untuk pendidikan Pariwisata memang merupakan salah satu terobosan yang saat ini dapat mengurangi ketinggalan Lembaga Pendidikan vokasi dari kebutuhan DUDI.

KemenDikBud melalui Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis Pariwisata (Bispar) telah memfasilitasi program pertemuan para stake holder Lembaga Pendidikan Vokasi Pariwisata dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) nya melalui Rapat Kordinasi Teknis (Rakortek) dengan tema Link and Match yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 19 – 21 Desember 2021 di Hotel Yuan Garden Jakarta. Lembaga Pendidikan Vokasi Pariwisata yang diwakili oleh Perguruan Tinggi Vokasi (PTV), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata, dipertemukan dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI ) yang diwakili oleh para asosiasinya yaitu ASITA, IINTOA, ITLA dan ASTINDO.

ASTINDO sebagai Asosiasi Travel Agent yang anggotanya banyak menampung Tenaga Kerja/Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan Lembaga Pendidikan Vokasi menganggap Rakortek Link & Match tersebut sangat konstruktif bagi pembangunan anak bangsa untuk menjadi siap bekerja pada DUDI. Oleh karenanya Ketua Umum ASTINDO – Pauline Suharno bersama Kabid Tour - Heben Ezer dan Kabid Humas – Madeleine Sophie mengikuti secara serius Rakortek selama 3 hari tersebut, guna dapat menyelaraskan Kurikulum pada Lembaga Pendidikan yang sesuai dengan Standar Kompetensi terkini yang diterapkan pada Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), khususnya pada sub industry Travel Agent. ASTINDO juga di daulat oleh KemenDikBud dalam hal ini BBPPMVP BisPar mewakili asosiasi-asosiasi Pariwisata lainnya untuk menandatangani Kesepakatan antara DUDI dengan Lembaga Pendidikan Vokasi.    

Semoga dengan adanya program Link & Match pada Lembaga Pendidikan Vokasi Pariwisata untuk Usaha Jasa Perjalanan Wisata ini, diharapkan lulusan dari Lembaga Pendidikan Vokasinya, dapat langsung siap bekerja dengan menguasai kompetensi terkini sesuai kebutuhan industrinya.